Sambutan II
Saya akan mencoba menyampaikan kembali dari apa yang di sampaikan oleh Ketua Cabang sekaligus menambahkan :
1. Ideologi yang ada di HMI adalah Islam, mungkin ini yang harus kita luruskan kembali adalah pemahaman kita tentang Islam bagaimanakah yang seharusnya kita miliki.Kita tidak hanya cukup mengenal Islam karena Islam bukan bermain aturan tapi merupakan aturan bermain yang harus kita terapkan, amalkan dan ajarkan dalam setiap keadaan sampai akhir hayat kita.Coba kita tanyakan pada diri kita masing-masing apakah yang selama ini yang menjadi bisikan hati/ angan-angan itu ruh atau nafsu, yang kita ucapkan, yang kita lakukan semua itu apakah sudah sesuai dengan aturan Islam.Hal inilah yang saya kira menjadikan image HMI di mata mahasiwa lain menjadi buruk, jangan puas atau bangga dengan keheterogenan kita tapi harus benar-benar berubah menjadi yang lebih baik dan terbaik.
2. Pengkaderan merupakan jalan masuk menuju HMI, dengan disiplin yang tinggi melalui Maperca kemudian dilanjutkan Latihan Kader I(LK I) sampai ketingkat pengkaderan yang paling puncak,diharapkan bisa menyaring dan mendapatkan kader yang benar-benar mempunyai loyalitas dan kepedulian terhadap segala apa yang terjadi HMI.
3. Jaringan yang luas merupakan nilai tersendiri bagi HMI baik kader, alumni maupun teritorial.Contoh teritorial, bukan hanya di Indonesia saja tapi juga di Manca negara HMI insya Allah ada.Dan ini merupakan kekuatan, tinggal bagimana kita mempererat hubungan tali persaudaran dan silaturrahmi agar persatuan dan kesatuan tetap terjalin dan terjaga.
4. Menjadikan Tujuan HMI sebagai program utama dalam setiap penyelesaian masalah atau tolak ukur keberhasilan setiap waktu dan setiap saat.
Kita memilih kader tidak harus yang siap pakai tapi kader yang siap dididik ibarat produksi barang yaitu mencari bahan mentahnya dulu kemudian mengolahnya menjadi bahan baku kemudian menjadi barang setengah jadi dan akhirnya menjadi barang yang siap pakai.Jadi analog dengan kita dalam mencari dan memilih kader.Karena berangkat mulai dari yang tidak tahu menjadi tahu dari yang tahu menjadi paham dari yang paham menjadi amalan/mau mengajarkan, kita berassumsi lebih banyak hikmah dan manfaat disana.Selebihnya itu pilihan bagi kita, setiap option pasti ada resikonya dan akan kembali pada kita.
“Berjuang dan Tak Kenal Lelah karena Allah SWT semata”
”Allahuakbar…! (3x)”