Sambutan III
“Aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian”
”Tapi aku adalah orang yang pertama yang kalian percaya”
”Jika aku salah maka ingatkanlah, jika benar maka dukunglah”
”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya”
HMI, antara tujuan dan proses :
1. ”Segala yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah
SWT”.Sebuah input bagi kita dan output bagi kami, bila menginginkan suatu tidak harus kita terpatok, terpaku dan harus pada satu organisasi, banyak bahkan beribu/ berjuta.Ada yang kanan, ada yang kiri, bahkan atau bukan keduanya.Kita hidup di dunia hanya sekali, hidup ini pilihan, setiap pilihan pasti ada resiko dan tantangan.Semua terserah kita, kita mau memilih yang mana.Jangan hanya karena tujuan kita sama.Banyak jalan yang bisa kita gunakan untuk mencapai suatu tujuan, jalan juga bermacam-macam.ada jalan kebenaran ada jalan kesesatan, dari jalan ini timbul sebuah proses.Di sini Allah akan melihat, ketika akan pergi ke sebuah kota A, maka apakah kita hanya sekedar pokoknya sampai di kota A tanpa memperhatikan jalan yang kita lalui.Tapi bagaimana dan apa jalan yang terbaik yang harus saya lewati apakah naik bus, sepeda motor, kereta api etc.Dengan berkali-kali pertimbangan, insya Allah jalan ini adalah terbaik.Kalau kita bejualan dengan pedagang minyak wangi, maka kita akan ikut tercium wangi.Tapi ketika kita bedekatan dengan orang pandai besi, maka tubuh ini akan terasa pengab walaupun sebenarnya kita tadi memakai wangi-wangian.
2. Terbatas hanya pada kelemahan sebuah teori, kebenaran adalah tidak mutlak.Teori adalah hasil dari pemikiran jangka panjang dan terbukti kebenarannya saat itu.Sedangkan kebenaran adalah suatu bentuk asumsi/ anggapan positif terhadap kebenaran atau kesalahan.Memang teori kebenaran adalah hasil dari kesalahan-kesalahan yang di benarkan atau hasil dari kebenaran-kebenaran yang disalahkan.Jadi apabila kita mengklaim sesuatu itu benar itu belum tentu benar dan apabila kita mengklaim salah belum tentu itu benar.Yang mutlak adalah ”kebenaran yang datang dari Allah SWT dan Rasul-Nya” dan sumber kebenaran itu adalah Al-Qu’an dan Hadist.
3. Masalahnya adalah ketika rival kita sedikit dibandingkan mereka yang bukan lawan kita tapi lahan, maka yang kita lakukan adalah :
a. membangun kader yang bisa komitmen dan konsisten.
b. membawa dan mampu mewarnai segala wacana dan individu.
”kita boleh bergaul dengan mereka tetapi jangan sampai melebur”
c. Mengundang rasa simpati dengan mempercantik citra kita.
4. Tugas kita hanya satu yaitu sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang artinya: ”Dan tidaklah Aku(Allah SWT) menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk menyembah dan beribadah kepada-Ku”
5. Mentauladani Nabi Muhammad, Misalnya kita ingin membersihkan masjid yang kotor, maka tidak ada cara lain selain masuk. Begitu juga dakwah Nabi yang dulunya seorang diri sehingga lambat laun jazirah Arab mengikuti jejak beliau. Memang kita bukan seorang nabi/rosul tapi beliau juga seorang manusia seharusnya kita bisa mencontoh segala tindak-tanduknya. Kita diberikan oleh Allah SWT mata, hati, tangan, kaki dll, menjadi seseorang yang pandai dan mempunyai fisik/ rohani yang kuat, yaitu dengan mengolah dan mensinergikan potensi-potensi yang kita miliki.Insya Allah kita tidak akan mudah dibodohi orang dan apabila perang kita akan selalu menang.
HMI antara kenyataan, harapan dan cita-cita :
1. Kenyataan
Alhamdulillah kader-kader yang ada di KOM C mengalami peningkatan kuantitas, tentunya harus diimbangi dengan kualitas.Walaupun jumlahnya hanya mencukupi tiap ketua bidang tapi kesolidan dan militansi harus tertanam sejak dini.Sehingga jiwa-jiwa itu akan tumbuh berkembang sejak kita membuka pintu intermediate training sampai nanti menjadi alumni.Sebuah organisasi secara kelengkapan struktural terdiri dari pemimpin dan ada yang dipimpin, jadi bukanlah seorang itu dikatakan pemimpin jika tidak ada yang dipimpin.Dia bertindak seperti pelayan bukan peguasa.Kita semua adalah seorang pemimpin, minimal memimpin diri kita masing-masing.Dan perlu diketahui bahwa kita semua adalah kader dakwah yang mempunyai kewajiban untuk berdakwah.Lahan kita sangat luas menyebar ketiga fakultas, dengan semakin luas pula tantangan dan hambatan.Bekal yang cukuppun belum tentu mencukupi, tentunya harus dengan bekal yang lebih dari cukup.Memang image kita di kampus sangat populer keheterogenannya, dan selama ini yang menonjol adalah kekorakannya.
2. Harapan dan cita-cita
Sesuai dengan tema yaitu ”membangun kembali peradaban kampus c” maka
perlu kiranya memilah dan memilih serta melanjutkan tongkat estafet kepengurusan yang telah diberikan.Strategi dan trik-trik program yang tepat,mantap dan konsisten diharapkan peluang untuk merubah bisa lebih besar,ditambah dengan sistem pengkaderan yang sistematis juga jaringan yang luas dan juga dukungan dari semua pihak baik ditingkatan komisariat, korkom, maupun cabang.Kami yakin sekali kita tidak hanya akan berjalan tapi melompat mengejar perubahan.Allahuakbar !